Gubernur Sumsel Resmikan Universitas Pertama di Kabupaten OKU Timur

Unhanews. Terbitnya SK Perubahan STKIP menjadi Universitas Nurul Huda sudah sejak Bulan November. Akan tetapi euforia segenap sivitas akademika menyambut transformasi tersebut terasa hingga terlaksananya tasyakuran sekaligus launching universitas pertama di Kabupaten OKU Timur ini.

Acara tasyakuran sekaligus peresmianUniversitas Nurul Huda dilaksanakan di halaman Kampus B Universitas Nurul Huda, Rabu (15/12). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati OKU Timur HM. Adi Nugraha Purna Yudha, SH, mantan bupati HM. Kholid Mawardi, perwakilan LLDikti Win Honaini, SE, M.Si., Guru Besar UIN Malang Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo, Pembina Yayasan KH. Affandi, Kakankemenag OKU Timur Dr. H. Abdul Rosyid, S.Ag, MM, Kadin Dikbud OKU Timur Wakimin, S.Pd, MM, Ketua Lembaga Adat Kabupaten H. Leo Budi Rahmadi, SE, beberapa pimpinan perguruan tinggi  wilayah OKU Timur dan segenap masyarakat sekitar, tokoh pendidikan, orang tua/wali mahasiswa dan seluruh sivitas akademika Universitas Nurul Huda.

Peresmian transformasi STKIP menjadi universitas oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, SH, MM. dilakukan melalui teleconference. Dalam sambutanya, gubernur merasa gembira dengan lahirnya universitas pertama di Kabupaten OKU Timur. “Saya menjadi saksi dalam proses perjalanan sekolah tinggi pada saat itu” ujar gubernur kelahiran Belitang dalam sambutanya.

Gubernur Sumsesl H. Herman Deru Saat Memberikan Sambutan Sekaligus Meresmikan Universitas Nurul Huda Melalui Teleconference

Gubernur mengingatkan kepada seluruh pengelola, bahwa peningkatan sekolah tinggi menjadi universitas ini adalah sebuah anugerah, dan anugerah tersebut harus dipelihara dengan cara menjaga kepercayaan masyarakat dan terus menjaga mutu. Sebab Pesantren Nurul Huda bukan pesantren yang lahir begitu saja, tetapi melalui proses panjang. Jangan sampai almamater terganggu oleh segelintir oknum. Karena saat ini sedang marak kasus-kasus di beberapa perguruan tinggi yang tidak elok dan itulah yang menyebabkan terganggunya kepercayaan masyarakat.

Sedangkan Pembina Yayasan yang diwakili oleh HM. Kholid Mawardi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemprov Sumatera Selatan dan Pemda OKU Timur yang telah ikut membantu berdirinya Universitas Nurul Huda, Kemdikbud selaku instansi yang telah memberikan izin berdirinya universitas, serta kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa restu atas berdirinya Universitas Nurul Huda.

Pembina Yayasan KH Affandi Menabuh Gong Sebagai Tanda Resminya Universitas Nurul Huda

Dalam sambutanya ayahanda dari Wakil Bupati OKU Timur ini menceritakan perjalanan panjang dari perguruan tinggi Nurul Huda. Dirintis sejak 1996 dengan sebutan STIT Nurul Huda, kemudian berubah kembali pada tahun 2007 menjadi STKIP Nurul Huda, dan terakhir tahun 2021 berubah menjadi Universitas Nurul Huda.

Penyerahan surat keputusan perubahan sekolah tinggi menjadi universitas oleh Pimpinan LLDikti yang diwakili oleh Win Honaini, SE, M.Si diserahkan langsung kepada pihak Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda. Pak Win sapaan akrabnya menyampaikan kebanggaan dan kebahagiaan atas lahirnya universitas pertama di wilayah OKU Timur.

“Ini termasuk proses yang sangat cepat di LLDikti Wilayah II, masyarakat yang hadir dapat melihat dan menyaksikan keseriusan universitas ini didirikan” sambut Pak Win dengan bangganya.

LLDikti juga merespon positif rencana Universitas Nurul Huda yang dalam waktu dekat akan membuka program pascasarjana dengan didukung sumber daya yang ada terutama para dosen yang sudah bergelar doktor. Pesan LLDikti dengan hadirnya Universitas Nurul Huda, tingkatkan sumber daya manusia khususnya dosen dan perguruan tinggi khususnya di OKU Timur ini bisa melahirkan alumni-alumni yang berkualitas yang bisa berkontribusi khusunya di wilayah Sumatera Selatan.

Adapun launching Universitas Nurul Huda diisi dengan orasi ilmiah Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo yang merupakan guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam orasinya, profesor emeritus tersebut menyinggung tentang konsep manusia ideal menurut Al-Qur’an yang bisa dilahirkan dari kampus Nurul Huda. Siapa manusia ideal tersebut? Yaitu manusia yang disebut dengan ulul albab yakni manusia yang dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring selalu mengingat Allah, dan selalu memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Ini termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 190-191.

“Jadi sesungguhnya menjadi universitas ini sangat Qurani dan sangat Islami. Pertama diajak untuk berdzikir, kedua diajak untuk berfikir, dan ketiga diajak untuk beramal shaleh dengan mengelola bumi dan mengelola teknologi. Agar pengelolaanya benar dan tidak kebablasan maka yang harus menyelenggarakan adalah pesantren” papar profesor yang pernah menjabat rektor selama 16 tahun tersebut.

Profesor yang mempunyai sapaan akrab “Prof. Imam” juga siap membantu untuk tahap awal perkuliahan terutama prodi-prodi baru dengan mendatangkan dosen dari universitas ternama, seperti Universitas Brawijaya, UGM, Undip dan sebagainya dengan sistem perkuliahan online/daring.   

Diakhir acara, Rektor Universitas Nurul Huda H. Imam Rodin, S.Ag., M.Pd. berkesempatan menyampaikan sambutan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu demi terwujudnya perubahan STKIP menjadi universitas. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa menjadi Rektor Universitas Nurul Huda adalah sebuah amanah dari yayasan. Sebagai seorang santri tentu jika diberi amanah, tugas dan tanggung jawab oleh sang kiai akan dilaksanakan.

“Kami seluruh sivitas akademika Universitas Nurul Huda akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan harapan-harapan Prof. Dr. Imam Suprayogo dan harapan LLDikti, tentunya dengan barokah dari para romo kiai dan seluruh masyarakat” tegas rektor yang juga kandidat doktor ini. (Rm)

Leave a Reply